Saturday, June 23

Candi Ngawen - Magelang

Terletak di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang berada kira-kira 5 km sebelum Candi Mendut dari arah Yogyakarta


Pada awalnya Candi Ngawen ditemukan oleh Belanda . Kemudian oleh Belanda dipugar pada tahun 1911.

Bentuk Candi
Candi ini mempunyai bentuk yang berbeda dengan dihiasi oleh patung singa pada keempat sudutnya. Bentuk bangunannya nyaris mirip dengan bangunan candi Hindu. Hal ini disebabkan bangunan candi yang meruncing. Tetapi apabila diamati dengan seksama, candi ini memiliki stupa dan teras (undak-undak) yang menjadi simbol dalam candi-candi Budha.

bentuk bangunan Candi Ngawen memiliki sedikit banyak kesamaan dengan Candi Mendut, Kompleks Candi Ngawen mencakup lima(5) bangunan candi dengan letak berderet. Terdiri dari dua candi induk dan tiga candi apit. Candi induk merupakan candi utama, sedangkan candi apit adalah candi yang letaknya mengapit candi induk. Candi apit juga diartikan sebagai bangunan pendamping candi induk. Karena candi induk diapit oleh candi apit, letak dari candi induk ada pada bangunan kedua dan keempat.


Sebuah patung Buddha dengan posisi duduk Ratnasambawa yang sudah tidak ada kepalanya nampak berada pada salah satu candi lainnya

Beberapa relief pada sisi candi masih nampak cukup jelas, di antaranya adalah ukiran kinara-kinari dan kala-makara. Sebagai tempat pemujaan umat Buddha, seni arsitektur Candi Ngawen terbilang unik. 

Van Erp adalah salah satu peneliti yang memulai penelitian Candi Ngawen tahun 1909. Tepatnya tahun 1920, ia memulai ekskavasi candi dengan mengeringkan lahan sawah tempat Ngawen ditemukan. Kini, candi ini tetap dikelilingi hamparan sawah yang menawarkan keindahan tersendiri.

Keunikan seni arsitektur candi ini, salah satunya ditemukan pada arca singa yang menopang empat sisi bangunan candi yang berhasil direkonstruksi dari lima bangunan yang diperkirakan seharusnya ada. Gaya ukiran arca singa ini menyerupai lambang singa pada negara Singapura, dan berfungsi mengaliri air yang keluar lewat mulut arca.

Menurut sumber sejarah, arca singa semacam ini tergolong sulit ditemukan pada bangunan-bangunan candi di Jawa. Namun, arca model ini dapat ditemui di beberapa kuil di wilayah Mathura di India.



Berlatar Belakang Candi Budha
Candi Ngawen dibangun sekitar abad 8, tepatnya pada masa dinasti Syailendra (Budha) dan dinasti Rakaipikatan (Hindu). Candi ini termasuk dalam candi Budha meskipun dibangun oleh dua dinasti yang berbeda. Karena dibangun pada dua dinasti inilah Candi Ngawen dijuluki Candi Peralihan.

Fungsi Candi Ngawen tidak jauh beda dengan candi-candi pada umumnya. Sesuai dengan coraknya, candi ini juga berfungsi sebagai tempat beribadah umat Budha. Yang menjadi pembeda dari Candi Ngawen ini ialah frekuensi digunakannya. Walau sama-sama sebagai tempat peribadatan, namun candi ini cenderung jarang dikunjungi.
Bangunan situs yang terletak di Muntilan ini biasanya digunakan atau dikunjungi untuk beribadah hanya pada saat perayaan Waisak. atau pada hari- hari biasa Itu pun pengunjungnya hanya sedikit.  dan Candi ini satu dari sekian banyak candi di Kabupaten Magelang yang bercorak Budha.

2 comments:

  1. Mohon Izin untuk dijadikan referensi tulisan saya ya kak.

    ReplyDelete
  2. makasih kak infonya sangat bermanfaat

    surat al fatihah

    ReplyDelete